Senin, 27 Juni 2011

TRI RATNA

Mengikuti Ajaran-ajaran Sang Buddha

Sang Buddha membabarkan Empat Kebenaran Mulia dan banyak ajaran lain, tetapi di hati semuanya menekankan hal yang sama. Sebuah kisah kuno menjelaskan hal ini dengan baik.

Suatu kali seorang raja yang sangat tua pergi untuk menjumpai seorang pertapa tua yang tinggal di sarang burung di puncak pohon, "Apa ajaran Buddha yang paling penting?" pertapa itu menjawab, "Tidak berbuat jahat, hanya melakukan perbuatan yang baik. Bersihkan hati Anda." Raja mengharapkan mendengar penjelasan yang sangat panjang. Dia memprotes, "Tapi bahkan seorang anak berusia lima tahun dapat mengerti itu!" "Ya," jawab sang orang tua bijaksana, "tapi bahkan seorang pria 80 tahun pun tidak bisa melakukannya."

Bagian I
Sang Tri Ratna

Sang Buddha tahu akan sulit bagi orang-orang untuk mengikuti ajaran-Nya atas usaha sendiri, sehingga ia mendirikan Tiga Perlindungan bagi mereka untuk bersandar. Jika seseorang ingin menjadi umat Buddha, berlindung dan mengandalkan diri pada Sang Buddha, Dharma, dan Sangha. Ini dikenal sebagai Tri Ratna. Sangha adalah para biarawan dan biarawati. Mereka tinggal di biara dan meneruskan ajaran Sang Buddha. Kata Sangha berarti 'Komunitas yang Harmonis'. Sang Buddha, Dharma, dan Sangha bersama-sama memiliki kualitas yang berharga seperti permata dan dapat membawa kita ke pencerahan.

Tempat perlindungan adalah tempat berlindung untuk keselamatan dan perlindungan, seperti tempat bernaung dalam badai. Mengambil perlindungan tidak berarti melarikan diri dari kehidupan. Namun ini berarti hidup dengan cara yang lebih penuh dan benar.

Berlindung juga seperti orang yang bepergian untuk pertama kalinya ke kota yang jauh. Dia akan membutuhkan panduan untuk menunjukkan kepadanya jalan mana untuk diikuti dan beberapa pendamping bepergian untuk membantu dia di sepanjang jalan.

    Sang Buddha adalah panduan.
    Dharma adalah jalan.
    Sangha adalah para guru atau para sahabat di sepanjang jalan.

Ada upacara khusus untuk berlindung dengan Tri Ratna. Dengan pikiran yang tulus, seseorang membacakan ayat berikut ini di depan seorang bhikkhu atau bhikkhuni.

Aku pergi kepada Sang Buddha untuk berlindung.
Aku pergi kepada Dharma untuk berlindung.
Aku pergi kepada Sangha untuk berlindung.

Untuk penganut Buddha, berlindung adalah langkah pertama pada jalan menuju pencerahan. Bahkan jika pencerahan tidak tercapai dalam hidup ini, seseorang memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menjadi tercerahkan dalam kehidupan akan datang. Orang yang mengambil sila disebut orang awam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar